Archive | November 2010

ZAKAT DAN SEDEKAH PENYUBUR HARTA DAN PEMBUKA JALAN REZEKI

Dalam surah At-Taubah ayat 103 Allah SWT berfirman:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[658]. Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda

[659]. Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Zakat berarti subur atau tumbuh. Nah, sesuai dengan artinya ketika kita mengeluarkan sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat, maka kita telah menyuburkan harta kita serta membuka jalan rezeki kita.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 60 yang artinya:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Namun terkadang kita merasa bahwa ketika kita berzakat atau bersedekah, harta kita akan berkurang dan kita akan dirugikan. Ini adalah pemikiran yang keliru, karena sangat jelas kata Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 261 yang artinya :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dari ayat tersebut apa yang dapat kita pahami?

  1. Pahala bagi orang-orang yang senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah sangat besar, dalam ayat ini disebutkan bahwa satu sedekah yang kita keluarkan akan dibalas oleh Allah menjadi tujuh ratus dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah dan bertambah lagi karena kita bersedekah dengan hati yang ikhlas dan rasa syukur.
  2. Sedekah itu akan menambah harta kita bukan mengurangi. Memang pada saat itu dalam pandangan kita sebagai manusia, harta yang kita miliki berkurang tapi  sesungguhnya disisi Allah harta yang kita keluarkan tersebut telah menjadi berlipat ganda.
  3. Sedekah yang kita keluarkan adalah untuk kita sendiri bukan untuk orang lain. Hakikatnya apa yang kita miliki sekarang ini adalah kepunyaan Allah. Jadi mengapa kita harus kikir dan “makeddi” untuk mengeluarkan harta yang hanya berupa titipan yang suatu waktu tanpa kita sadari akan kita tinggalkan. Yang sebenarnya kita miliki sekarang ini adalah apa yang telah kita sedekahkan, yang kita sumbangkan dijalan Allah, itulah bekal kita yang sesungguhnya. Berbeda dengan keyakinan orang-orang China, ketika mereka meninggal dunia mereka ditempatkan dalam peti beserta seluruh harta benda mereka, yang mereka yakini menjadi bekal bagi mereka dalam kubur. Tapi, itu hanyalah sia-sia karena tidak mungkin harta yang kita punya di dunia bisa ikut ke akhirat bersama kita. Itu adalah suatu omong kosong.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 268:

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dalam hal ini kita harus yakin dengan apa yang kita amalkan bahwa kita tidak akan dirugikan dengan berzakat dan bersedekah karena Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Allah SWT berfirman:

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Sebagai kesimpulan:

  • Dengan berzakat dan sedekah harta kita tidak akan berkurang tapi sebaliknya akan bertambah.
  • Zakat dan sedekah adalah untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain.
  • Sebuah doa yang terdapat dalam Surah Thaha yang biasa disebut dengan ayat “seribu dinar”. Insya Allah dengan membaca doa ini setiap pagi dan sore hari Allah akan membantu kita dalam menghadapi masalah dan memberikan jalan keluar atas masalah kita tersebut serta jalan rezeki kita akan dibukakan oleh Allah SWT. Amiiin

Semoga Tulisan ini bermanfaat Untuk kita semua..

Sumber : Alqur’an, Ceramah Tarawih. dll…

Biasakan sebelum bekerja shalat dhuha dulu

Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :

a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,

b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan

c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).

Beberapa Manfaat dari Sholat Dhuha antara lain:

1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.

2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLAH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.

3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.

4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi – 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).

Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.

Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:

1.      Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita. Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.

2.      Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku.

Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha!

Salah satu doa yg bisa dipanjatkan usai sholat dhuha:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.