Jadikan hati sebagai tonggak perubahan

Cermin Ikhlas


Ikhlas merupakan syarat diterimanya amal ibadah kita oleh Alloh Subhanahu wata’ala. Selain ikhlas juga ada syarat yang kedua yaitu Ittiba’ dimana amal ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallhhu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. Bukan ibadah yang ditambah-tambahi ataupun diubah sesuai dengan hawa nafsu dan akal.

IKHLAS dalam ketaatan berarti meninggalkan RIYA’ (ingin di puji) dan SUM’AH (Ujub/mencari popularitas \kagum pada diri sendiri). Untuk itu marilah kita membulatkan niat beramal dan beribadah. HANYA untuk menghadap wajah ALLOH Ta’ala saja dan mencari keridoan RABB yang Maha Tinggi dan tidak bercampur baur dengan kesyirikan.

QS Az-Zumar:2-3;
2. Sesunguhnya kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
3. Ingatlah, Hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Alloh akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Alloh tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

QS Al-Bayyinah:5;
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Alloh) dan jauh dari kesesatan.

QS-Al-Lail:17-18;
17. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18. Yang menafkahkan hartanya (di jalan Alloh) untuk membersihkannya,

Rasulullah SalAllohhu ‘alaihi wa salam telah bersabda:
”Barangsiapa telah berbuat suatu amal supaya amalnya didengar orang lain (sum’ah, mencari popularitas). Maka Alloh mempopulerkan amalnya tersebut pada makhluk-Nya, kemudian Dia menghinakannya”
(HR Ahmad dan AT-Thabrani)

Untuk memiliki sifat ikhlas ini membutuhkan perjuanagan yang membantu menuju keikhlasan yaitu:
1. berdo’a dan memohon perlindungan kepada Alloh Azza wa Jalla
2. ilmu, dengan terus belajar menuntut ilmu agama terutama tentang melatih diri selalu ikhlas melalui membaca buku dan atau menghadiri majlis ta’lim
3. mujahadah (kesungguhan) lihat QS Al-Ankabut:69
4. berteman dengan para mukhlisin
5. membaca riwayat hidup para salafus sholeh dan orang-orang sesudah mereka dari para shalihin

beberapa sikap yang bisa dilatih untuk membentuk diri agar IKHLASH dalam beramala dan beribadah, antara lain:
1. Takut mendapatkan popularitas
2. Introspeksi/menuduh diri dengan segala kekurangan
3. Banyak berdiam/bicara seperlunya
4. Tidak mencari pujian atau gila dengan pujian
5. Tidak Bakhil memuji orang yang berhak mendapatkan pujian dan sanjungan dengan berbagai kriterianya
6. Meluruskan niat dalam beramal karena Alloh Ta’ala –Baik sebagai pimpinan maupun sebagai yang dipimpin
7. Mengharapkan ridho Alloh Ta’ala bukan Ridho manusia
8. Menjalankan ridho dan kemurkaannya karena Alloh bukan karena nafsunya
9. Bersadar menapaki jalan panjang yang sangat berat ketika pertolongan-Nya belum tiba
10. Bergembira dengan keberhasilan lawannya atau minimal tidak marah karena hal itu
11. Senantiasa berusaha membersihkan batinnya dari rasa ujub
12. Tidak menganggap suci dirinya
13. Merahasiakan ketaatannya kecuali untuk kemaslahatan yang sangat jelas
Demikianlah kiat perjuangan melatih diri untuk senantiasa hidup dan beribadah kepada Alloh ta’ala dengan IKHLAS, Semoga nikmat hidayah dan kebersihan niat kita dalam beribadah hanya untuk Alloh semata, selalu mendapat pertolongan dari Alloh Rabbul ’alamin.

(Tulisan ini diadaptasi dari Buku Manajemen Hati, Dr. Muhammad Bin Hassan Asy-Syarif, Darul Haq, 1425H).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s