Jadikan hati sebagai tonggak perubahan

Archive for Agustus, 2012

Kiat Meraih Rezeki Melimpah


KAYA KARENA MENIKAH

Menikah adalah sunah Rasulullah SAW, sesuatu yang halal dan nikmat serta mengundang hadirnya keberkahan dari Alloh SWT. Diantara hikmat menikah adalah mendatangkan kekayaan. Kaya tidak selalu identik dengan banyak uang, rumah mewah, atau harta berlimpah. Definisi kaya adalah “tidak sangat memerlukan”. Tidak sedikit mereka yang mengatakan “katanya kaya” dan hidupnya mewah, tapi ternyata masih sangat memerlukan banyak hal dan banyak masalah, mulai dari dililit hutang sampai yang melakukan pencurian.

Dan tidak sedikit yang sederhana secara materi, tapi ia merasa cukup, tidak dikejar-kejar hutang, hatinya tenang bahkan hidupnya tentram, penuh rasa syukur pada Alloh SWT, karena kaya yang sebenarnya seperti sabda Rasulullah SAW.
لَيْسَ الغِنَى عَنْ كَثْرةِ العَرَ ضِ وَلَكِنَّ الغِنَى النَفْسِي
“Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari)

Mengapa menikah mendatangkan kekayaan?

  • Karena Alloh telah menjanjikannya, dan Alloh mustahil mengingakri janjiNya.
    “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Alloh akan memberi kemampuan pada mereka dengan karuniaNya. Dan Alloh Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 32)
  • Nikah adalah sesuatu yang halal, sedangkan zina adalah sebaliknya dan sangat dikutuk.
  • Nikah adalah berkumpulnya dua orang, atau bahkan dua keluarga, yang berarti akan bertemu dan bergabungnya “dua kekayaan”.
  • Nikah yang ia lakukan adalah nikah yang diniatkan semata-mata mengikuti sunah Rasulullah SAW demi mencapai keridhaan Alloh SWT.
  • Ibnu Mas’ud menyarankan dengan berkata, “Ambillah kekayaan dengan pernikahan.” (Tafsir Al-Qurthubi)

PERBANYAK ISTIGHFAR

” Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan dan bertaubat kepadaNya, niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan keutamaan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan…” (QS. Huud: 3)
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا، ورزقة
من حيث لايحتسب

” Siapa yang membiasakan beristighfar (memohon ampun kepada Alloh), maka Alloh akan memudahkan baginya: Jalan keluar dari setiap kesempitan, kemudahan di dalam setiap kepanikan, dan rezeki dari Alloh lewat jalan yang tidak pernah terduga.” (HR. Abu Daud)

GEMAR BERSEDEKAH

”Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak memikulkan bebak kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Alloh berikan kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. 65: 7)

Dalam hadits qudsi disebutkan, Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Alloh swt berfirman, “Wahai anak Adam berinfaklah, karena sebab infaq engkau akan mendapatkan nafkah!” (Muttafaq Alaihi)

SILATURAHIM MEMPERBANYAK REZEKI

Ilmu komunikasi modern mengistilahkan silaturahim dengan istilah membangun jaringan atau networking, khususnya antarmuslim, bahkan umumnya antar manusia. Logika yang digunakan bahwa silaturahim menambah rezeki adalah:

Ketika seseorang rajin silaturahim, maka dengan sendirinya akan memiliki banyak sahabat. Ketika satu sahabat ada sebuah problem, mungkin perlu uang untuk suatu urusan, maka diantara sahabat tersebut akan datang dengan bantuannya. Bagi sahabat yang mempunyai problem lain seperti susah jodoh, belum memiliki pekerjaan, dan masalah lainnya, maka memiliki banyak kemungkinan untuk berperan.

TAKWA MENDATANGKAN REZEKI

”Barangsaiapa bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaaq: 2-3)

MEMECAHKAN MASALAH DENGAN TAWAKAL

Tawakal berarti pasrah secara totalitas kepada Alloh SWT, sebagaimana firman Alloh SWT
”Barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya.” (QS.Ath-Thalaaq: 3)

ISTIQAMAH SHALAT DHUHA

Shalat dhuha selain memiliki nilai ibadah yang tinggi, juga memiliki muatan nilai-nilai bisnis dengan Alloh SWT. Berbisnis dengan manusia belum tentu memperoleh keuntungan, sebab boleh jadi partner bisnis kita menipu tanpa sepengetahuan kita. Tetapi kalau berbisnis dengan Alloh SWT, pasti beruntung sebab:

  • Kita tak mungkin melakukan kecurangan atau menipu Alloh, karena Alloh pasti maha mengetahui dan mengawasi setiap perbuatan manusia.
  • Alloh berjanji kalau hambaNya rajin shalat Dhuha, maka Alloh akan memberi banyak kemudahan di dalam urusan rezeki.
  • Niat melakukan shalat Dhuha tentunya bukan demi memperoleh kepentingan-kepentingan duniawi, melainkan semata-mata taat karena Alloh SWT. Ketika seseorang beramal hanya karena Alloh, rahmat dan kasih sayang Alloh akan turun menemui hamba-Nya.
  • BERDOA MEMOHON REZEKI

Selalulah berdoa memohon rezeki kepada Alloh SWT, karena Dialah yang mempunyai segala-segalanya.
”Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. (QS. 3: 26-27)

MENCARI NAFKAH DENGAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLOH

Banyak cara dan jalan yang telah dibentangkan bagi hambaNya untuk mendapatkan nafkah halal di jalan Alloh. Semua pekerjaan haruslah dicita-citakan untuk meraih kasil ilahi, kecintaan Tuhannya yaitu Alloh Azza wa Jalla, apabila seorang hamba membutuhkan kedekatan perasaan dan kecintaan Tuhannya, ia dapat menempuh jalan-jalan kebaikan yang diperintahkan. Ia bisa menjumpai Alloh lewat shalat, shaum, zakat, membaca Al-Qur’an dan beragam jalan kebaikan lainnnya.

QIYAMUL LAIL, DOA, DAN INFAK

Pada banyak kesempatan, Alloh SWT menggambarkan kebiasaan para hambaNya yang shalih seperti tergambar pada ayat berikut:
”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menginfakkan rezeki yang Kami berikan.” (QS. 32: 16)

Kesimpulan dari cara kaum shalih untuk mendekatkan diri kepada Alloh adalah dengan Qiyamullail, berdoa dan berinfak.

Sumber: “Meraih Rezeki Tak Terduga” karya Ahmad Yasin Ibrahim

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:wido
Iklan

Biasakan sebelum bekerja shalat dhuha dulu


Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :

a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,

b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan

c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).

Beberapa Manfaat dari Sholat Dhuha antara lain:

1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.

2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLAH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.

3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.

4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi – 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).

Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.

Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:

1.      Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita. Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.

2.      Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku.

Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha!

Salah satu doa yg bisa dipanjatkan usai sholat dhuha:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.


ZAKAT DAN SEDEKAH PENYUBUR HARTA DAN PEMBUKA JALAN REZEKI


Dalam surah At-Taubah ayat 103 Allah SWT berfirman:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[658]. Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda

[659]. Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Zakat berarti subur atau tumbuh. Nah, sesuai dengan artinya ketika kita mengeluarkan sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat, maka kita telah menyuburkan harta kita serta membuka jalan rezeki kita.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 60 yang artinya:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Namun terkadang kita merasa bahwa ketika kita berzakat atau bersedekah, harta kita akan berkurang dan kita akan dirugikan. Ini adalah pemikiran yang keliru, karena sangat jelas kata Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 261 yang artinya :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dari ayat tersebut apa yang dapat kita pahami?

  1. Pahala bagi orang-orang yang senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah sangat besar, dalam ayat ini disebutkan bahwa satu sedekah yang kita keluarkan akan dibalas oleh Allah menjadi tujuh ratus dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah dan bertambah lagi karena kita bersedekah dengan hati yang ikhlas dan rasa syukur.
  2. Sedekah itu akan menambah harta kita bukan mengurangi. Memang pada saat itu dalam pandangan kita sebagai manusia, harta yang kita miliki berkurang tapi  sesungguhnya disisi Allah harta yang kita keluarkan tersebut telah menjadi berlipat ganda.
  3. Sedekah yang kita keluarkan adalah untuk kita sendiri bukan untuk orang lain. Hakikatnya apa yang kita miliki sekarang ini adalah kepunyaan Allah. Jadi mengapa kita harus kikir dan “makeddi” untuk mengeluarkan harta yang hanya berupa titipan yang suatu waktu tanpa kita sadari akan kita tinggalkan. Yang sebenarnya kita miliki sekarang ini adalah apa yang telah kita sedekahkan, yang kita sumbangkan dijalan Allah, itulah bekal kita yang sesungguhnya. Berbeda dengan keyakinan orang-orang China, ketika mereka meninggal dunia mereka ditempatkan dalam peti beserta seluruh harta benda mereka, yang mereka yakini menjadi bekal bagi mereka dalam kubur. Tapi, itu hanyalah sia-sia karena tidak mungkin harta yang kita punya di dunia bisa ikut ke akhirat bersama kita. Itu adalah suatu omong kosong.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 268:

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dalam hal ini kita harus yakin dengan apa yang kita amalkan bahwa kita tidak akan dirugikan dengan berzakat dan bersedekah karena Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Allah SWT berfirman:

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Sebagai kesimpulan:

  • Dengan berzakat dan sedekah harta kita tidak akan berkurang tapi sebaliknya akan bertambah.
  • Zakat dan sedekah adalah untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain.
  • Sebuah doa yang terdapat dalam Surah Thaha yang biasa disebut dengan ayat “seribu dinar”. Insya Allah dengan membaca doa ini setiap pagi dan sore hari Allah akan membantu kita dalam menghadapi masalah dan memberikan jalan keluar atas masalah kita tersebut serta jalan rezeki kita akan dibukakan oleh Allah SWT. Amiiin

Semoga Tulisan ini bermanfaat Untuk kita semua..

Sumber : Alqur’an, Ceramah Tarawih. dll…


Kiat Sukses Bisnis


Dr. Rhenald Kasali dalam kata pengantar buku 50 Usahawan Tahan Banting, Kiat Sukses di Masa Krisis menyarikan kiat sukses bisnis mereka dengan 5 kunci sukses standar yang khas:
(1) Reputasi dulu. Caranya? Bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar Anda.
(2) Tumbuh dari bawah. Binis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Hampir semua pengusaha sukses, merintis usahanya dari bawah hinga mencapai sukses.
(3) Konsentrasi di bidang yang dikuasai. Penguasaan bidang menjadi syarat mutlak untuk maju. Belum pernah terdengar kisah sukses pengusaha yang berada dalam bidang yang tidak dikuasainya sama sekali.
(4) Anti kerumunan. Bisnis yang diawali dengan mengkopi sukses orang lain dan masuk dalam kerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan akan sulit bernafas, bahkan sulit keluar dengan mulus. Kemungkinan babak belur sangat besar.
(5) Modal hanyalah pelengkap. Dalam berbisnis, modal uang jelas bukanlah segala-segalanya. Keahlian, jaringan, nama baik, penguasan teknologi, pengetahuan mengenai pasar adalah modal yang sama pentingnya dengan uang.

Seorang Muslim Sejati dengan Mimpi Besar Sukses Sejati Dunia Akhirat-nya sudah semestinya memiliki dan menjaga reputasi diri dan bisnisnya agar selalu kafa’ah (cakap dan ahli), himmah (etos kerja tinggi) dan amanah (terpercaya). Karena ini sesungguhnya adalah implementasi dari keimanannya. Dengan tiga reputasi ini, ia akan konsentrasi di bidang yang dikuasai dan menumbuhkan usahanya dari bawah dengan orientasi profit, tumbuh, sinambung dan berkah. Ia juga akan berupaya sungguh-sungguh untuk tidak mengekor dalam kerumunan, namun dengan kesungguhan, kreativitas dan improvisasi tiada henti boleh jadi ia yang akan dikerumuni. Dan, tentu saja, ia akan menjadikan segala sumberdaya yang melekat pada dirinya sebagai modal yang melengkapi modal awal yang telah ia miliki, yaitu reputasi. Catatannya lagi, semua yang ia lakukan adalah dalam kerangka meraih bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah, karena sukses yang ingin ia raih adalah sukses sejati dunia akhirat. Insya Allah.

Dikutip dari buku
Menggagas Bisnis Islami, M. Ismail Yusanto & M. Karebet Widjajakusuma, Gema Insani