Jadikan hati sebagai tonggak perubahan

Archive for Oktober, 2014

Tiga hal yang membinasakan diri


“Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang yaitu Kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti serta sifat bangganya seseorang terhadap dirinya sendiri (ujub)“. (HR. Al Baihaqy)


Tiga Manfaat Utama Shalat Tahajud


Jika dijalani dengan penuh ketekunan dan keikhlasan, shalat tahajud niscaya akan memberikan begitu banyak manfaat yang amat berlimpah bagi kita semua. Dalam uraian berikut ini kita akan memetakan tiga diantaranya.Tiga dimensi manfaat yang layak kita resapi dengan penuh kesungguhan dan kelapangan hati.

Pertama, Membawa kita ke tempat terpuji dan mulia di sisi-NYA. Inilah janji dari Allah SWT yang akan mengangkat umat-NYA ke tempat yang terpuji, bagi mereka yang melakukan shalat tahajud dengan tekun dan ikhlas mengharap ridha Sang Ilahi (QS : Al Isro’ 79).
Mendapatkan tempat yang terpuji, tempat yang spesial di sisi Allah SWT adalah sebuah impian yang layak didekap dengan penuh erat oleh berjuta-juta insan yang beriman. Mendapatkan tempat terpuji, tempat terindah disisi Sang Ilahi berarti terbentangnya jalan keselamatan dalam kehidupan di dunia yang fana ini, dan juga terutama dalam kehidupan sesudah mati.
Terbentang pula jalan kebahagiaan yang paling hakiki, jalan lurus menuju surga yang abadi dan sekaligus bernaung mulia disisi Sang Maha Pencipta Alam Semesta. Tidakkah jalan ini yang semestinya harus kita rengkuh dalam seluruh sejarah hidup kita ini?

Kedua, Ritual shalat yang mujarab untuk mengantarkan doa dan harapan. Shalat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang utama, dan merupakan media yang mustajab untuk menghantarkan doa-doa kita kepada Yang Maha Memberi. Harapan dan doa-doa tentang kehidupan yang barokah, tentang impian membangun keluarga yang sakinah, dan permohonan akan hadirnya hidayah yang semoga terus mengalir; bisa kita hantarkan dalam ritual shalat tahajud.  Dengan keyakinan yang teguh, kita merapalkan doa dan harapan itu untuk dihaturkan pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Penuh Kasih Sayang. Maka mari kita simak hadits berikut ini.
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim).
Sebagaimana tercantum dalam hadits diatas, dalam sepertiga malam terakhir Allah SWT beserta segenap Malaikat-NYA akan turun ke langit dunia dan mendengarkan serta memperkenankan segenap doa yang dihantarkan oleh mereka yang menjalankan shalat tahajud dengan khusyu’.

Ketiga, Merajut Kedekatan dengan Sang Ilahi. Melakukan shalat tahajud dengan tekun dan konsisten juga akan membuat kita makin dekat dengan Sang Ilahi. Kedekatan ini niscaya akan membuat hati dan batin kita kian tenang dalam menghadapi kehidupan yang penuh dinamika ini.
Ketenangan hati yang hakiki hanya akan bisa kita rajut kala kita merasa dekat dengan Sang Pelindung Sejati – Sang Ilahi. Ketenangan hati, ketentraman pikiran dan kejernihan nurani pelan pelan akan mengendap dalam segenap raga kita jika mampu menjalani shalat tahajud dengan tekun.
Ketenangan hati dan ketenteraman pikiran yang hakiki pada gilirannya akan memberikan bahan dasar yang penting untuk merajut kebahagiaan hidup yang sejati.
Insan yang bertekun menjalani shalat tahajud niscaya akan mengalami aura Ketentraman hati dan sensasi kebahagiaan yang menghujam dalam jiwanya. Kebahagiaan lantaran ia bisa merasakan kedekatan dan membangun interaksi yang intens dengan Sang Pemberi Hidup.
Aura kebahagiaan itu akan terus mengendap dalam jiwanya secara permanen manakala ia mampu menjalani shalat tajajudnya dengan konsisten. Lalu apa impaknya dalam kehidupan sehari-hari?
Sejumlah riset mutakhir menjelaskan betapa besar dampak rasa ketentraman dan kebahagiaan bagi produktivitas dan kinerja seseorang. Orang yang bahagia terbukti lebih produktif, lebih mampu berpikir kreatif, dan lebih ulet dalam menghadapi beragam tantangan kehidupan – baik dalam arena personal, ataupun dalam tantanganl profesional pekerjaannya.
Happiness at work kini merupakan salah satu ranah yang makin mendapatkan perhatian. Dalam menghadapi dinamika hidup yang kian rancak, terutama dalam dunia kerja atau kehidupan profesional, maka elemen kebahagiaan menyeruak menjadi variabel yang kian mendapatkan perhatian. Sebab seperti yang diuraikan diatas, a happy person (or a happy managers) cenderung jauh lebih produktif dan lebih sukses dalam mengelola tantangan pekerjaannya.
Lalu apa hubungannya antara shalat tahajud dengan kebahagiaan? Justru disinilah letak korelasinya : seseorang yang bertekun sholat tahajud dengan istiqomah niscaya akan merasakan kebahagiaan yang menjalar dalam segenap relung raganya.
Ia bahagia sebab dalam keheningan malam, ia bisa bersujud memuji kebesaran Sang Ilahi. Ia bahagia sebab dalam malam yang syahdu, ia bisa terus melantunkan rasa syukur tiada henti pada Yang Maha Pemberi Rezeki. Ia bahagia sebab dalam malam yang khusyu itu, dengan suka cita ia bisa menghamparkan doa-doa dan harapannya kepada Sang Ilahi.

RenunganIslami.Net


Adab membaca Al Quran


Salah satu kegiatan utama berkaitan dengan Al Quran
tentu adalah membacanya. Semua ibadah berkaitan
dengan Al Quran dijanjikan dengan pahala yang besar,
termasuk dalam hal membacanya.
Namun, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, untuk
lebih mencapai dan memperoleh manfaat dari
membaca Al Qur’an tersebut, Islam telah mengatur
adab-adab dan etika ketika seorang muslim membaca
Al Qur’an.
Berikut beberapa adab membaca Al Quran :
Pertama : Dianjurkan dan disunahkan dalam membaca
Al Quran dalam kondisi yang sempurna; bersih,
menghadap qiblat, serta senantiasa menjagan waktu
terbaik untuk membaca Al Quran seperti malam hari,
ba’da maghrib, dan ba’da shubuh sebagaimana firman
Allah
ﺇِﻥَّ ﻧَﺎﺷِﺌَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻫِﻲَ ﺃَﺷَﺪُّ ﻭَﻃْﺌًﺎ ﻭَﺃَﻗْﻮَﻡُ ﻗِﻴﻠًﺎ
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih
tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih
berkesan. ” (Al-Muzammil:6) dan juga
ﺇِﻥَّ ﻗُﺮْﺁﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺸْﻬُﻮﺩًﺍ
“Sesungguhnya membaca Al-Qur’an di waktu Fajar
disaksikan (oleh Malaikat), ” (Al-Isra:78)
Dan membaca Al-Qur’an dalam kondisi berdiri, duduk,
berbaring, berjalan bahkan ketika berkendaraan,
sebagaimana firman-Nya:
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺟُﻨُﻮﺑِﻬِﻢْ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring, ” (Ali
Imran: 191).
Kedua Maka disunnahkan memperbanyak bacaan baik
ketika pagi, siang, sore dan malam sebagaimana hadits
Rasulullah “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan
kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang
Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam
kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu,
ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya
kepada orang lain. ” (HR. Muslim).
Kedua : Membaca Al Quran adalah sebaik-baik dzikir.
Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT
telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan
Al Quran dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak
sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan
memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada
orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman
Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti
keutamaan Allah atas semua makhluknya. ” (HR.
Turmudzi)
Ketiga : Membaca Al Quran dengan tartil lebih
diutamakan dari pada membaca dengan terburu-buru
sehingga seluruh huruf-hurufnya jelas dan lebih
menyentuh ke dalam hati.
ﻭَﺭَﺗِّﻞِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺗَﺮْﺗِﻴﻠًﺎ
“Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. ” (Al
Muzzammil:4)
Keempat : Memperindah bacaan sebagaimana sabda
Rasulullah saw, “Hiasilah Al Quran itu dengan
suaramu.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lainnya disebutkan “Sesungguhnya suara
yang baik itu menambah Al Quran menjadi baik. ” (HR.
Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Sumber : [www.islampos.com]


Hasad yang diperbolehkan


Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan
kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang
Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam
kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu,
ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya
kepada orang lain. ” (HR. Muslim)


Kumpulan SMS Tauhid


Siapapun yang yakin Allah Maha Mendengar, dijamin akan sangat menjaga lisannya, tapi yang kurang yakin akan bicara seenaknya.

Bersyukurlah, Sebab hanya dengan menjadi ahli syukur, tambahan karunia-Nya akan kian melimpah.

Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama)Allah, Allah telah menyediakan utk mereka ampunan dan pahala yg besar (QS al ahzab 35).

Apabila tergelincir berbuat dosa, segeralah TOBAT, akui dg penuh penyesalan, mohonlah dengan sangat agar mendapat ampunanNya.

Bila terlanjur DENGKI harus banyak tobat, karena dengki tak merobah takdir orang lain hanya menghancurkn pahala sendiri.

Bukan Mencari RIZKI melainkan Menjemput rizki, karena setiap makhluk diciptakan lengkap dengan rizkinya, yang dicari keberkahannya.

Ghibah=kanibal. Membicarakan keburukan orang lain bila benar disebut ghibah, bila tak benar disebut memfitnah.

Bila salah Akui saja dg jujur,Segera mohon ampunan Allah,minta maaf yg tulus Jangan takut memikul resiko sbg tanggung jawab atas kesalahan.

Hati2 bagi yg banyak komentar, sering celetak teletuk yg tidak perlu Biasanya akan jelek kualitas keislamannya Bisa jadi akan banyak masalah.