Jadikan hati sebagai tonggak perubahan

Posts tagged “adab membaca al-qur’an

Adab membaca Al Quran


Salah satu kegiatan utama berkaitan dengan Al Quran
tentu adalah membacanya. Semua ibadah berkaitan
dengan Al Quran dijanjikan dengan pahala yang besar,
termasuk dalam hal membacanya.
Namun, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, untuk
lebih mencapai dan memperoleh manfaat dari
membaca Al Qur’an tersebut, Islam telah mengatur
adab-adab dan etika ketika seorang muslim membaca
Al Qur’an.
Berikut beberapa adab membaca Al Quran :
Pertama : Dianjurkan dan disunahkan dalam membaca
Al Quran dalam kondisi yang sempurna; bersih,
menghadap qiblat, serta senantiasa menjagan waktu
terbaik untuk membaca Al Quran seperti malam hari,
ba’da maghrib, dan ba’da shubuh sebagaimana firman
Allah
ﺇِﻥَّ ﻧَﺎﺷِﺌَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻫِﻲَ ﺃَﺷَﺪُّ ﻭَﻃْﺌًﺎ ﻭَﺃَﻗْﻮَﻡُ ﻗِﻴﻠًﺎ
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih
tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih
berkesan. ” (Al-Muzammil:6) dan juga
ﺇِﻥَّ ﻗُﺮْﺁﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺸْﻬُﻮﺩًﺍ
“Sesungguhnya membaca Al-Qur’an di waktu Fajar
disaksikan (oleh Malaikat), ” (Al-Isra:78)
Dan membaca Al-Qur’an dalam kondisi berdiri, duduk,
berbaring, berjalan bahkan ketika berkendaraan,
sebagaimana firman-Nya:
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺟُﻨُﻮﺑِﻬِﻢْ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring, ” (Ali
Imran: 191).
Kedua Maka disunnahkan memperbanyak bacaan baik
ketika pagi, siang, sore dan malam sebagaimana hadits
Rasulullah “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan
kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang
Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam
kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu,
ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya
kepada orang lain. ” (HR. Muslim).
Kedua : Membaca Al Quran adalah sebaik-baik dzikir.
Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT
telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan
Al Quran dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak
sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan
memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada
orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman
Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti
keutamaan Allah atas semua makhluknya. ” (HR.
Turmudzi)
Ketiga : Membaca Al Quran dengan tartil lebih
diutamakan dari pada membaca dengan terburu-buru
sehingga seluruh huruf-hurufnya jelas dan lebih
menyentuh ke dalam hati.
ﻭَﺭَﺗِّﻞِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺗَﺮْﺗِﻴﻠًﺎ
“Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. ” (Al
Muzzammil:4)
Keempat : Memperindah bacaan sebagaimana sabda
Rasulullah saw, “Hiasilah Al Quran itu dengan
suaramu.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lainnya disebutkan “Sesungguhnya suara
yang baik itu menambah Al Quran menjadi baik. ” (HR.
Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Sumber : [www.islampos.com]