Jadikan hati sebagai tonggak perubahan

Posts tagged “Menghirup Telaga Allah

Surat Cinta untuk Allah


Ya Allah…. Entah harus mulai dari mana aku menulis surat cintaku ini. Surat dari seorang hamba yang telah Engkau ciptakan di bumiMu yang begitu indah. Surat dari seorang yang tidak tahu balas budi atas semua kebaikan yang telah diberikan Allah kepadanya. Surat yang datang dari seorang makhluk yang paling sempurna menurutMu, berwujud manusia. Semoga Engkau berkehendak membacanya ya Allah, surat cinta yang kutujukan padaMu dengan linangan air mata.

Ya Allah…. Hampir 30 tahun Kau hadirkan aku di bumi-Mu ini. Begitu banyak coretan pena yang telah kutulis di dalam buku catatan harianku. Baik coretan itu berupa kebaikan maupun keburukan, tentu Engkau lebih tahu seperti apa diriku ini. Tentu pula malaikat di kanan dan kiriku tak pernah lengah dengan apa yang aku lakukan, semua tercatat rapih dalam buku catatan amalku.

Ya Allah…. Terkadang aku merasa begitu Engkau sayangi. Bagaimana tidak, seburuk apapun perlakuanku padaMu, tetapi Engkau tak pernah marah. Kau tetap sabar menghadapiku. Dengan tatapan kasih sayang dan kelembutanMu, Kau penuhi segala kebutuhanku, Kau penuhi semua permintaanku. Benarlah jika ada ungkapan yang pernah aku dengar dari orang lain yang mengatakan bahwa kasih sayangMu kepada makhluk ciptaanMu melebihi kasih sayang seorang ibu walaupun ada satu juta ibu yang dikumpulkan di muka bumi ini. Kasih sayangMu selalu mendahului murkaMu.
Ya Allah…. Maafkan aku jika sering berjalan di muka bumiMu dengan mata bisa melihat, tetapi buta. Telinga bisa mendengar, tetapi tuli. Mulut bisa berbicara, tetapi bisu. Kaki bisa berjalan, tetapi lumpuh. Dan kami sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya bodoh. Kami berjalan bagai mayat sombong, tertawa terbahak-bahak, tak mengerti untuk apa hidup di dunia ini. Astaghfirullah ‘al ‘adzim.

Ya Allah…. Maafkan aku jika masih sering mengeluh atas setiap takdir yang Kau tetapkan untukku. Kadang aku tak mampu membaca rahasiaMu, membaca maksud yang tersirat atas setiap takdirMu. Aku masih suka merasa bahwa Kau tak memberikan yang aku pinta. Padahal seharusnya aku yakin, apapun yang Kau berikan untukku, apapun yang terjadi dalam hidupku, semua itu pasti yang terbaik untukku, taka da yang sia-sia sedikitpun. Tak mungkin Kau mencelakai hambaMu, seharusnya aku sadar akan hal itu.

Ya Allah…. Maafkan aku jika masih kurang bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan. Seringkali kenikmatakan membutakan mata hatiku. Hingga tanpa sadar akupun lupa mengucap syukur kepadaMu. Padahal semua nikmat adalah pemberian dariMu dan aku pun tahu Kau pernah berjanji, apabila aku besyukur, Kau akan tambah nikmat itu padaku. Tetapi kenyataannya aku pun sering tak bersyukur, dan kufur atas setiap nikmat yang Kau berikan.

Ya Allah…. Engkaupun tahu masih sedikit sekali amal sholehku selama ini. Sudah sedikit, amal sholeh itupun masih kurang sempurna, terkadang masih aku nodai dengan niat-niatan duniawi yang terkadang tak kusadari. Terkadang ada rasa riya dan ingin dilihat oleh orang lain. Engkau pasti lebih tahu bisikan hatiku. Mungkin kalaupun amal sholehku dikumpulkan, itupun takkan cukup untuk menutupi dosa-dosa yang telah kuperbuat.

Ya Allah…. Betapa seringnya aku bertaubat, tetapi tanpa kusadari aku kembali ingkar kepadaMu. Betapa sering aku memohon ampun, tetapi setelah itupun aku kembali mengotori hatiku. Lagi-lagi Engkaupun lebih tahu daripada diriku sendiri. Bahkan tanpa sadar dosa-dosa itupun aku lakukan dengan kebanggaan. Astagfirullah.

Ya Allah…. Sahabat-sahabatku, keluargaku, ade-adeku mungkin menganggapku orang baik. Padahal jika mereka tahu seberapa hinanya diriku, seberapa kotornya hati ini, mungkin jangankan mereka mau mengenalku, menatap wajahku pun mereka tak kan pernah sudi. Tetapi lagi-lagi Kau tutupi semua aib-aibku di depan mereka. Kau biarkan aku terlihat baik di depan mereka, padahal sesungguhnya aku hanya seorang hamba yang hina dihadapaMu.

Ya Allah…. Aku tak tahu sampai kapan Kau izinkan aku hidup di dunia ini. Semua adalah rahasiaMu. Tetapi ya Allah, jika aku boleh memohon padaMu, sudilah kiranya Kau tetap menyangiku hingga kelak kematian tiba. Mungkin setelah menulis surat inipun, aku akan melakukan dosa kembali, tetapi satu pintaku ya Allah, jangan pernah Kau tinggalkan aku sedikitpun, walaupun aku sering pergi meninggalkanMu. Tegur aku dengan lembut ya Allah, jika aku mulai jauh dariMu. Bimbing setiap bisikkan hatiku, setiap lisanku, dan setiap langkahku agar setia pada jalanMu.

Ya Allah…. Jangan Kau panggil aku sebelum aku bisa membahagiakan dan membalas kebaikan kedua orang tuaku. Walaupun aku tahu, apabila aku bisa memberi dunia dan seisinya kepada mereka, itupun takkan pernah sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan untukku. Tetapi jika Kau berkehendak memanggil aku sebelum aku bisa membahagiakan keduanya, maka aku titipkan mereka padaMu. Bahagiakanlah mereka ya Allah, dunia dan alhirat. Jadikan setiap kebaikan yang mereka lakukan untukku sebagai penghapus dosa-dosa mereka. Aku yakin Engkaulah sebaik-baiknya pemberi balasan.

Ya Allah…. Ada juga orang-orang yang kusayangi selain orang tua dan keluargaku. Mereka tak satu darah denganku, mereka tak satu orangtua denganku, tetapi mereka sangat menyayangiku dan aku pun menyayangi mereka. Merekalah saudara spiritualku di jalanMu. Mereka yang mengajariku tentang indahnya mencintaiMu dan KekasihMu. Mereka yang selalu hadir saat aku jauh dari orangtua dan keluargaku. Mereka dengan sabar mau menerima segala kekurangku. Aku mohon ya Allah, sayangi pula mereka. Bimbing jalan mereka saat aku tak berada di dekatnya. Kumpulkan kelak kami di surgaMu sebagaimana Kau kumpulkan kami di dunia ini.

Ya Allah…. Pintaku yang terakhir, jikalau nanti saat itu tiba, saat dimana malaikat maut menjemputku, bimbinglah lisan hamba untuk hanya menyebut namaMu. Jangan biarkan aku menyebut sesuatu yang kucintai di dunia ini. Karena aku ingin kembali kepadaMu, tanpa membawa cinta yang lain selain cintaku padaMu. Matikan aku khusnul khotimah ya Allah dan penuhi dadaku dengan rasa rindu berjumpa denganMu dan kekasihMu. Tak ada yang lebih kuinginkan kecuali bisa menatap wajahMu dan memelukMu kelak di surga.

Terimalah semua doaku ya Allah, ampuni segala dosaku, kasihanilah aku dan sayangi aku hingga di hari aku menutup mata selamanya, kembali kepelukanMu. Jika Kau tak mau menerimaku, kemana lagi aku harus kembali? Karena aku berasal dariMu dan kelak akan kembali kepadaMu.

 

 

Sembah Sujudku,
Hamba yang penuh dosa

Iklan

Menghirup Telaga Allah


Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya, orang-orang pertama yang akan masuk dan menghirup nikmatnya air telaga Allah SWT kelak pada hari kiamat adalah orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai karena Allah SWT.” (HR Bukhari-Muslim dari Abu Darda).

Rasa cinta yang ada dalam diri setiap manusia merupakan suatu anugerah Allah SWT yang tak ternilai harganya. Dengan perasaan itu, antara satu manusia dan manusia lain berhasil membangun suatu tatanan kehidupan sosial yang harmonis dan damai. Sehingga, tercipta suasana yang sangat kondusif bagi upaya pengembangan diri masing-masing. Namun, harus diingat, bahwa dalam kenyataan kehidupan di sekitar kita, ada banyak hal yang membuat rasa cinta itu sering terabaikan dan terlupakan. Sebagian orang sering lebih mengedepankan sikap-sikap kasar yang menjurus pada tindak kekerasan.

Mengingat betapa pentingnya mengembangkan rasa saling mencintai dalam suatu masyarakat, Rasulullah SAW dalam satu hadisnya pernah bersabda, ”Maukah aku tunjukkan satu praktik yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Salam, menurut bahasa salah satunya berarti kedamaian. Salam, jika dilihat sepintas rasanya memang sederhana. Akan tetapi, justru, jika dilihat lebih dalam, salam akan memiliki efek sangat positif. Salam merupakan bahasa yang komunikatif untuk membuat orang yang tadinya tidak kenal menjadi saling kenal, dan membuat orang yang sudah kenal menjadi lebih akrab lagi. Rasa cinta, sebagai bagian inheren dalam diri setiap manusia mesti dioptimalkan menjadi energi positif. Karena itu, Rasulullah SAW memberikan tuntunan praktis agar rasa cinta itu tetap dalam relnya yang benar dan tepat sehingga bisa berbuah manis, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat nanti. Pertama, rasa cinta yang telah tertanam dalam diri manusia harus dianggap sebagai karunia Allah SWT. Sehingga, rasa cinta itu akan tetap diletakkan dalam koridor nilai-nilai ketuhanan.

Kedua, menjadikan rasa cinta hanya kepada Allah SWT sebagai cinta tertinggi. Manusia memang harus mencintai sesama, namun itu harus ditempatkan pada tingkat di bawah cinta kita kepada Allah SWT. Bentuknya, segala amal manusia harus diniatkan semata-mata karena rasa cintanya kepada Sang Khaliq, bukan kepada makhluk-Nya. Ketiga, mencintai sesama juga harus dilandaskan atas dasar kecintaan karena Allah SWT. Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat seseorang pada hari kiamat nanti akan memperoleh naungan Allah SWT adalah mencintai sesama manusia atas dasar cinta kepada Allah SWT. Bertemu dan berpisah, semuanya adalah karena Allah SWT. (HR Bukhari-Muslim).

Orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai sesamanya karena Allah SWT, dijanjikan akan menghirup air telaga Allah SWT pada hari kiamat. Suatu hari yang oleh Allah SWT digambarkan sebagai hari yang sangat berat karena panas terik sinar matahari yang didekatkan oleh Allah SWT.